.quickedit{display:none;}

Selasa, 26 November 2013


CINTA DIATAS BATU


Lina tersenyun manis saat Agus menyapanya, Sembari membetulkan rambutnya yang panjang terurai gadis remaja itu melenggang tanpa mempedulikan Agus yang terus saja menatapnya. Pemuda yang bekerja sebagai buruh bangunan itu memang telah lama tergila gila dengannya. Rupanya siang itu Lina baru saja pulang sekolah, masih mengenakan baju seragam SMU dan jaket jeans birunya gadis remaja itu terlihat sangat cantik sekali, Body tubuhnya yang sexy serta berkulit putih mulus membuat mata Agus tak berkedip menatapnya. Sambil berjalan berlenggang Lina menyusuri jalanan kecil dikampung itu menuju rumahnya, Namun  tanpa sepengetahuan gadis itu diam diam Agus mengikuti langkah kakinya dari belakang. Bagai sipungguk merindukan bulan Agus mengikuti langkah lina hingga sampai didepan pintu pagar disebuah halaman rumah mewah.
Lho…Aguss?? Ada Apa?? Kok ngikutin aku..?! Ucap Lina kaget saat mengetahui Agus tengah berada disitu.
Eh..Ehm..Tidak apa apa Non, Saya cuma pengen maen saja kok…Sahut Agus  gugup dengan wajah memerah.  Gadis itu sedikit kaget mendengar maksud Agus yang polos itu.
Maaf  aku capek mau istirahat…!?? Ucap Lina membetulkan letak tas sekolahnya.
Sebentar saja Non..Kata Agus dengan wajah memelas.
Ah!! Aku males! Sahut Lina dengan nada sedikit kesal dan buru buru masuk kebalik pagar dan menutupnya.
Gimana Non..???
Buat apa maen kerumah segala!!? Sahut gadis itu dari balik pagar besi.
Maksud Non Gimana? Ucap Agus tak mengerti.
Gadis itu terdiam sejenak sambil menatat Agus dengan wajah kesal
Mbok kamu itu ngaca dulu sebelum sampai kesini… sahut Lina jengkel.
Saya ingin berteman sama Non..Ucap Agus  lirih..
Duh..Kamu tu kok nggak ngerti juga ya..Ucap Lina menghela nafas panjang.
Gini aja deh..Kalau kamu mo temenan cari aja yang laen, Maaf aku nggak mau..Paham kan?? Ucap gadis itu kesal sembari melangkah masuk kedalam rumah itu.
Non..Tunggu sebentar..!! Panggil Agus namun gadis itu tak menghiraukannya hingga menghilang masuk kedalam rumah itu.
Agus tertegun dan hatinya sangat kecewa sekali mendapat jawaban yang sangat tidak mengenakan itu. Tatapan matanya terlihat berkaca kaca memandangi bangunan rumah mewah itu.
Sudah hampir satu jam Agus duduk dipinggir jalan didepan rumah mewah itu, Wajahnya terlihat seperti orang stress, Namun seketika itu lamunannya buyar ketika tiba tiba pintu pagar besi itu terbuka dan sebuah mobil sedan mewah keluar dari halaman rumah itu, Agus mengamati dengan seksama mobil sedan itu sesaat pandangannya melihat kedua orang tua Lina dan dua orang lagi sedang berada didalam mobil yang melaju kencang meninggalkan halaman rumah itu. Agus tak mau melewatkan kesempatan itu, Buru buru melangkah mendekati pintu pagar sembari celingukan memasuki halaman rumah itu. Jantungnya berdebar debar sesampainya didalam halaman rumah itu bak seperti maling Agus berjalan mengendap endap menyusuri halaman samping rumah itu., Tak ada yang menyangka jika Agus pemida pendiam dikampung itu begitu sangat tergila gila gadis cantik anak pengusaha kaya dikampung itu.
Langkah kaki Agus mendadak terhenti saat melihat jendela kaca yang terbuka disamping halaman rumah itu. Tanpa pikir panjang lagi Agus mengintip dari dari balik jendela kaca itu. Sayup sayup terdengaralunan music cd dari dalam ruangan itu. Seketika itu mendadak jantungnya berdebar debar saat melihat Lina tengah berada didalam ruangan itu. Gadis itu terlihat sangat cantik sekali, Ra,butnya yang hitam panjang itu diikat kebelakang, Sambil duduk dikursi Lina terlihat sibuk mengetik sebuah laptop komputer, Mengenakan kaos singlet merah dan rok pendek, Membuat kedua paha Lina terlihat putih mulus sekali.
Ehmm..Mulus sekali..Gumam Agus dalam hati menatap kedua paha gadis cantik itu dengan mata melotot. Diam diam Agus menyelinap masuk kedalam ruangan melalui jendela kaca itu. Tanpa menimbulkan suara Agus bersembunyi dibalik ranjang besi. Jantungnya berdetak kencang sambil celingukan memperhatikan seisi ruangan kamar itu. Tubuhnya terasa sejuk oleh hembusan ac ruangan, Sambil bersembunyi Agus berpikir keras apa yang harus dilakukannya, Seutas tali pramika buru buru diraihnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar